Paper Ekonomi Sumberdaya
Hutan Medan, Maret 2019
KLASIFIKASI JENIS-JENIS MANFAAT EKONOMI SUMBERDAYA HUTAN
Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh :
Maisyaroh Hasibuan
171201004

PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hutan sebagai salah
satu sumber daya alam adalah kekayaan negara yang harus dikelola secara
bijaksana guna kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Inventarisasi hutan
didefinisikan sebagai pengumpulan dan penyusunan data dan fakta mengenai
sumberdaya hutan untuk perencanaan pengelolaan sumberdaya tersebut bagi
kesejahteraan masyarakat secara lestari dan sebaguna. Hutan memiliki
peranan penting terhadap keberlangsungan hidup makhluk hidup, tanpanya
kehidupan akan sulit untuk dilakukan. Inventarisasi hutan dilakukan untuk
mengetahui kondisi biofisik sumberdaya hutan baik yang berupa flora, fauna
maupun keadaan fisik lapangan, serta kondisi sosial ekonomi dari areal atau kawasan
hutan yang diinventarisasi.
Sumberdaya hutan (SDH) menghasilkan
manfaat yang menyeluruh baik manfaat tangible maupun manfaat intangible. Saat
ini berbagai manfaat yang dihasilkan tersebut masih dinilai rendah, atau belum
diketahui, sehingga menimbulkan terjadinya eksploitasi manfaat-manfaat yang telah
dikenal dari SDH secara berlebihan. Hal tersebut disebabkan karena masih banyak
pihak yang belum memahami konsep nilai dari berbagai manfaat SDH secara
komperehensif, khususnya untuk manfaat intangible yang tidak memiliki harga
pasar.
Pengelolaan hutan selalu ditujukan untuk mendapatkan manfaat
optimum. Memahami manfaat hutan, mengandung arti harus dilakukannya penilaian
terhadap semua jenis manfaat yang dapat dihasilkan oleh hutan tersebut, baik
yang bersifat manfaat nyata ( tangible ) maupun tidak nyata (intangible).
Ekosistem hutan memiliki banyak unsur dengan hubungan yang komplek, sehingga di
dalam kerangka penilaian hutan dibuat suatu klasifikasi sumber manfaat menurut
pendekatan ekosistem yang terdiri atas empat kelas, yaitu (1) flora,
(2) fauna, (3) fungsi
ekosistem, dan (4) sosial budaya.
Manfaat yang bersumber
dari empat hal tersebut dapat berwujud (a) barang hasil hutan, (b) jasa dan
fungsi ekologis, dan (c) simbolik atau atribut.
Sumberdaya
hutan (SDH) menghasilkan manfaat yang menyeluruh baik manfaat tangible
maupun manfaat intangible.Saat ini berbagai manfaat yang dihasilkan
tersebut masih dinilai rendah, atau belum diketahui, sehingga menimbulkan
terjadinya eksploitasi manfaat-manfaat yang telah dikenal dari SDH secara
berlebihan. Hal tersebut disebabkan karena masih banyak pihak yang belum
memahami konsep nilai dari berbagai manfaat SDH secara komperehensif, khususnya
untuk manfaat intangible yang tidak memiliki harga pasar.Untuk memahami
manfaat dari SDH tersebut perlu dilakukan penilaian terhadap semua manfaat yang
dihasilkan SDH ini.Berbagai teknik dan metode penilaian ekonomi sumberdaya alam
(SDA) telah dikembangkan untuk menghitung nilai ekonomi SDA yang memiliki harga
pasar ataupun tidak. Dengan diketahuinya manfaat dari SDH ini maka hal tersebut
dapat dijadikan rekomendasi bagi para pengambil kebijakan untuk mengalokasikan
sumberdaya alam (SDA) yang semakin langka dan melakukan distribusi manfaat SDA
yang adil, untuk mendapatkan total kesejahteraan masyarakat yang maksimal.
Analisis ekonomi SDH dapat diketahui apa
yang diusahakan, berapa jumlahnya, kapan ditanam dan kapan dipanen serta berapa
harga jual sehingga pengelolaan hutan dapat menguntungkan dan berkesinambungan.
Pertimbangan-pertimbangan ekonomi tidak hanya pada kegiatan pemanfaatan hasil
hutan, tetapi juga berlaku untuk kegiatan konservasi dan rehabilitasi hutan
dalam upaya meningkatkan jasa lingkungan dari hutan. Pada dasarnya ekonomi
summberdaya hutan tidak berbeda dengan ilmu pengetahuan ekonomi pada umummnya,
karena sumberdaya hutan mengandung sifat - sifat khas sehingga dipandang dapat
dipahami kalau dipelajari sebagai subjek pengetahuan tersendiri .Ekonomi SDH
adalah suatu bidang penerapan alat-alat analisis ekonomi terhadap persoalan
produksi, permintaan, penawaran, biaya produksi, penentuan harga termasuk dalam
kajian ekonomi mikro dan masalah kesejahteraan masyarakat.
Tujuan
Dalam
pembuatan paper ini selain untuk memenuhi tugas dari matakuliah Ekonomi Sumberdaya
Hutan juga untuk mengetahui apa itu SDA, terutama yang berhubungan dengan SDA
Hutan dan manfaat dari hutan.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Peranan Sumberdaya Hutan dalam Pembangunan
Ekonomi
Beberapa peranan sumberdaya hutan dalam menggerakkan
perekonomian suatu negara atau wilayah/daerah berikut ini.
1. Peranan
Sumber daya Hutan sebagai Penghasil Devisa
Peranan
sumber daya hutan sebagai penghasil devisa sangat penting
untuk perbaikan ekonomi makro dan perdagangan global. Peranan hasil
hutan selalu lebih tinggi untuk menghasilkan devisa, terutama pada negara yang
baru berkembang dan berbasis pada sumber daya, karena hutan pada
awal perkembangan ekonomi suatu negara sangat mudah dipanen biaya
eksploitasinya rendah. Meskipun berada terjadi penurunan kinerja untuk industri
kehutanan tertentu, secara umum sektor kehutanan periode sepuluh tahun terakhir
telah berhasil memberikan kontribusi signifikan bagi perolehan devisa.
2. Peranan Sumberdaya Hutan sebagai Penggerak
Sektor Ekonomi Lainnya
Sebagai
penggerak sektor ekonomi lainnya, maka hasil hutan memberi dukungan modal pembangunan infrastruktur industri dalam
negeri dan untuk penyediaan teknologi yang berasal dari impor.
Dukungan lainnya adalah banyak kegiatan yang dibiayai langsung dari hasil
kayu tebangan untuk mendorong kegiatan perkebunan, sebagai hasil konversi
hutan. Produk hasil hutan , baik berupa kayu maupun bukan kayu,
adalah merupakan bahan baku industri, yang mendorong berkembangnya industri dan
jasa (pengangkutan dan pemasaran).
3. Peranan Sumberdaya Hutan dalam
Peningkatkan Pendapatan Nasional.
Peranan sektor kehutanan di Indonesia
sangat berpengaruh terhadap tingkat pencapaian Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB) di berbagai daerah di Indonesia. Beberapa daerah seperti Riau,
Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Papua sektor kehutanannya memiliki
korelasi yang sangat kuat terhadap nilai PDRB yang dicapai. Artinya peran
sektor kehutanan sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi wilayah yang
bersangkutan.
4. Peranan Sumberdaya Hutan dalam Pelayanan Jasa Lingkungan
Peranan kehutanan dalam pelayanan jasa
lingkungan diberikan oleh keberadaan sumberdaya hutan sebagai perlindungan
plasma nutfah, keanekaragaman hayati, dan nilai-nilai estetis yang potensial
bernilai ekonomi apabila dapat dikelola dengan baik. Pengembangan perekonomian
pariwisata terutama ekowisata sangat dipengaruhi oleh bentang alam, keindahan
dan kekhasan sumberdaya hutan. Peranan sumberdaya hutan ini tidak menghasilkan langsung
nilai uang, tetapi menghasilkan nilai uang bagi sektor pariwisata. Dimasa depan
peranan jasa lingkungan berupa perbaikan tata air, pembersih udara, nilai
estetika mempunyai peranan yang sangat besar dalam keberlanjutan
ekonomi jangka panjang.
2.2 Potensi-potensi
ekonomi sumberdaya hutan.
Hutan sebagai salah satu sumber saya
alam yang bersifat dapat diperbaharui memiliki peran dan kontribusi yang sangat
penting bagi kelansungan hidup umat manusia secara lintas generasi. Karena itu,
menjadi sangat penting bagi masyarakat Indonesia untuk memahami seberapa besar
potensi yang terkandung dalam sumber daya hutan sehingga proses pengelolaan dan
pemanfaatannya baik dalam konteks manfaat ekonomi, ekologi dan sosial akan
dapat dilakukan secara efektif dan optimal. Berikut ini disajikan berbagai
potensi sumber daya hutanyang harus dimanfaatkan secara efektif dan optimal :
1.
Landscaping (Jasa
Lingkungan/Fenomena Alam)
Semua
kawasan hutan pada prinsipnya mempunyai nilai yang dapat
ditransfer sebagai biaya pengelolaan kawasan yang bersangkutan. Salah satu
bentuk pengelolaan hutan dengan memanfaatkan nilai hutan tersebut
adalah melalui pemanfaatan jasa lingkungan. Pemanfaatan jasa lingkungan
pada kawasan hutan merupakan bentuk usaha untuk memanfaatkan jasa lingkungan dengan
tidak merusak lingkungan dan mengurangi fungsi utama hutan. Konsep
optimalisasi jasa lingkungan dan ekowisata membutuhkan berbagai kondisi untuk
berkembang. Selain masalah aturan perundangan dalam bentuk perijinan
dan insentif fiskal, usaha tersebut juga mutlak membutuhkan infrastruktur yang
memadai, di samping ketersediaan sumber daya manusia yang mampu memenuhi
kualifikasi atau kebutuhan wisata lingkungan.
2.
Hutan dan
Transfer Nilai Karbon
Sebagai komunitas tanaman berkayu yang
tumbuh dan hidup dalam jangka waktu yang relatif panjang, hutan memiliki
kesempatan untuk mengakumulasikan karbon dioksida (CO2) atmosfer
dalam bentuk biomassa. Dengan demikian legetasi hutan merupakan cadangan karbon
(carbon stock) terestrial yang sangat penting. Oleh karena itu alih guna lahan
dari hutan ke non hutan dan sebaliknya merupakan aktivitas manusia yang
mempengaruhi kemampuan ekosistem hutan dalam melepas dan mengikat karbon
atmosfer.
3.
Pemanfaatan
Keragaman Hayati Hutan
Transfer nilai keanekaragaman sumber
daya alam hayati sangat dipengaruhioleh nilai jenis dari tumbuhan dan satwa
yang ada. Nilai jenis tergantung dari kelangkaan dan sifat eksotik dari jenis,
semakin langka dan eksotik suatu jenis, akan semakin tinggi nilainya. Indonesia
dengan kawasan hutan yang mempunyai keanekaragaman sumber daya hayati sangat
besar sangat potensial untuk mendapatkan transfer nilai dari
keanekaragaman tersebut.
Bentuk-bentuk pemanfaatan jenis tumbuhan
dan satwa liar diantaranya berupa: (1) pengkajian penelitian dan
pengembangan, (2) penangkaran, (3)perburuan, (4) perdagangan, (5) peragaan, (6)
pertukaran, (7) budidaya tanaman obat-obatan dan tanaman hias serta (8)
pemeliharaan untuk kesenangan atau hoby yang pelaksanaannya diatur melalui
peraturan perundang-undangan.
4.
Pemanfaatan Hasil
Hutan Kayu
Kebutuhan masyarakat baik domestik
maupun internasional masih sangat tinggi bahkan cenderung mengalami
peningkatan. Sementara produk-produk kayu memiliki kelebihan berupa tidak dapat
digantikan dengan bahan-bahan sintesis atau buatan. Karena itu, kayu masih
merupakan hasil hutan yang paling signifikan karena menghasilkan nilai ekonomi
yang terbesar dibandingkan dengan hasil hutan lainnya. Dalam sejarahnya hasil
hutan kayu pernah memberikan sumbangan devisa terbesar kedua setelah minyak,
sehingga disebut sebagai “emas hijau”.
5.
Transfer Nilai
Hutan Sebagai Sumber Dana Mandiri dalam Pegelolaan Hutan
Dalam jangka panjang
perlu dipikirkan sumber-sumber pendanaan mandiri bagi pengelolaan sektor
kehutanan. Sumber-sumber pendanaan tersebut diantaranya berasal dari iuran-iuran
atas manfaat hutan dalam bentuk (1) transfer nilai hutan (transfer nilai
kayu, CO2 dan oksigen, landscaping, biodi1ersity, dantransfer nilai
air), (2) dana jaminan reklamasi tambang, maupun (3) dana-dana yang berasal
dari dalam dan luar negeri yang peduli terhadap lingkungan. Sebagai ilustrasi
dana reboisasi dapat ditafsirkan sebagai dana yang berasal dari iuran transfer
nilai kayu.
Potensi
sumber daya hutan dapat berupa kayu dan non kayu, berikut penjelasannya :
Kayu
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa
hutan ditumbuhi oleh pepohonan berkayu. Potensi hutan berupa kayu ini banyak
dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, bahan baku kertas, bahan baku industri
meubel dan lain sebagainya Setidaknya terdapat 4000 jenis kayu yang keberadaannya
tersebar di nusantara. Lebih dari 250 jenis kayu tersebut merupakan kayu dengan
nilai ekonomis yang cukup tinggi. Diantara jenis – jenis kayu tersebut adalah :
- Kayu jati
Potensi hutan berupa kayu yang pertama
adalah kayu jati. Nama latin dari pohon yang menghasilkan jenis kayu ini adalah
Tectona grandis. Pohon jati tumbuh di hutan buatan maupun hutan alami yang
memiliki curah hujan berkisar antara 1.500 sampai 2000 mm per tahun. Jati dapat
tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah yang tidak digenangi air.
Persebaran hutan jati di nusantara meliputi beberapa daerah seperti Pulau Jawa,
Nusa Tenggara dan Bali. Di Pulau Jawa sendiri, persebaran jati paling banyak
terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kayu jati memiliki tekstur yang keras
dan awet karena terdapat minyak di dalamnya. Hal ini membuat kayu jati banyak
dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat interior rumah. Selain sebagai
interior rumah, kayu jati juga digunakan sebagai atap dan tiang penyangga
rumah- rumah tradisional jawa. Kayu jati yang sudah diolah juga bisa
dimanfaatkan untuk membuat kapal dan konstruksi jembatan. Semua manfaat yang
bisa diperoleh dari kayu jati membuat kayu ini memiliki nilai ekonomis yang
tinggi.
- Kayu Meranti
Kayu meranti terkenal di kalangan
pertukangan dan perdagangan kayu. Terdapat berbagai jenis pohon meranti yang
diantaranya adalah meranti hitam batang, balangeran, tengkawang gunung, dan
meranti buaya bukit. Jenis- jenis pohon meranti tersebut menghasilkan kayu
meranti merah. Persebarannya meliputi hutan- hutan di Pulau Kalimantan dan
Sumatera. Kayu meranti sering dimanfaatkan sebagai kayu konsrtuksi, penyekat
ruangan dalam bangunan, bahan pembuatan meubel dan berbagai interior dalam
rumah. Selain menghasilkan kayu, pohon meranti juga menghasilkan resin, yaitu
sejenis getah yang keluar dari batang pohon. Resin ini selanjutnya akan dibahas
dalam potensi hutan non kayu.
- Kayu Cendana
Kayu cendana dihasilkan dari pohon
dengan nama latin Santalum album yang ditemukan di Nusa Tenggara Timur. Meski
demikian, persebaran cendana sekarang sudah meliputi hutan- hutan di daerah
Jawa dan keseluruhan Nusa Tenggara. Kayu cendana ini sudah menjadi barang
langka sehingga harganya menjadi begitu mahal. Kayu cendana memiliki aroma yang
wangi. Itulah nilai lebih dari kayu cendana dibandiingkan jenis kayu
lainnya. Pemanfaatan kayu cendana diantaranya adalah sebagai bahan pembuatan
dupa & aroma terapi, sebagai campuran parfum, serta bahan pembuatan sarung
keris.
- Kayu Akasia
Akasia memiliki nama latin Acacia
mangium. Kayu akasia banyak ditemukan di hutan- hutan Jawa Barat. Pada awalnya,
kayu akasia dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kertas. Banyak pabrik kertas
yang mencari pohon akasia dengan usia berkisar antara 3 sampai 5 tahun.
Perkembangan selanjutnya, kayu akasia juga digunakan sebaga bahan baku
pembuatan furnitur. Hal ini membuat permintaan kayu akasia oleh industri meubel
maupun kertas semakin meningkat.
2.3
Mengidentifikasi Ekonomi Sumberdaya Hutan
Mengidentifikasi ekonomi dari sumber daya hutan
sangatlah banyak. Dan beranekaragam. Potensi sumber daya hutan dapat
dijumpai dalam kegiatan praktek seperti kegiatan praktek pengelolaan
sumber daya alam, pengelolaandaerah aliran sungai, in1etarisasi sumber daya
hutan, dan ekologi hutan. Potensi sumber daya hutan yang terlihat pada kegiatan
pengelolaan sumber daya hutan dan pengelolaan daerah aliran sungai seperti
pada material batu-batuan, penggunaan lahan menjadi ladang persawahan dan
perkebuanan. Disisi lain, sumber daya hutan yang paling bermanfaat dalam
kehidupan masyarat adalah jasa air. Jasa air ini sangat bermanfaat dalam
hal mengairi ladang persawahan masyarakat. Potensi sumber daya yang terlihat
pada kegiatan Inventarisasi dan ekologi hutan terlihat pada pengguna sumber
daya hutan hasil kayu dan non kayu. Sumber daya hasil kayu dan non kayu
yang berkualitas akan mempengaruhi nilai ekonomi sumber daya tersebut. Semakin
berkualiatas sumber daya hutan yang terkandungmakan makin besar nilai ekonomi
sumber daya tersebut.
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
1.
Sumberdaya
hutan (SDH) menghasilkan manfaat yang menyeluruh baik manfaat tangible maupun
manfaat intangible
2.
Analisis ekonomi
SDH dapat diketahui apa yang diusahakan, berapa jumlahnya, kapan ditanam dan
kapan dipanen serta berapa harga jual sehingga pengelolaan hutan dapat
menguntungkan dan berkesinambungan
3.
Sebagai
penggerak sektor ekonomi lainnya, maka hasil hutan memberi dukungan modal pembangunan infrastruktur industri dalam
negeri dan untuk penyediaan teknologi yang berasal dari impor.
4.
Semua kawasan
hutan pada prinsipnya mempunyai nilai yang dapat ditransfer sebagai biaya
pengelolaan kawasan yang bersangkutan.
5.
Dalam jangka panjang
perlu dipikirkan sumber-sumber pendanaan mandiri bagi pengelolaan sektor
kehutanan.
DAFTAR PUSTAKA
Alam S, Supratman, Muhammad A
KS. 2009. Ekonomi Sumber Daya Hutan. Makassar.
https://www.academia.edu/15637137/LAPORAN_LENGKAP_EKONOMI_SDH_dan_LINGKUNGAN.
Diakses pada [02 April 2019] [21:48 WIB]
https://www.academia.edu/29950200/Sumber_Daya_Alam_Hutan_.
Diakses pada [02 April 2019] [21:56 WIB]
https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hutan/potensi-sumber-daya-alam-hutan.
Diakses pada [02 April 2019] [22:06 WIB]
https://www.scribd.com/document/371365663/Pengertian-Sumber-Daya-Hutan-Dan-Manajemen-Sumber-Daya-Hutan.
Diakses pada [02 April 2019] [22:08 WIB]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar